SRJARAH PSIKOLOGI OLAHRAGA

22 11 2009

Menurut Selva III danWeinberg (1984).salah satu studi pendahuluan dalam psikologi olahraga telah dilakukan oleh George W. Fiet yang menyelidiki waktu reaksi (reaction time) yang tercantum dalam “psychological review” tahun 1895. Hasil studi Robert A. Comnins (1914) seorang instruktur psikologi pada universitas Washington yang meneliti efek latian basket ball terhadap reaksi motorik. Norman Triplett, ahki psikologi dari Universitas Indiana menyelenggarakan studi untuk membuktikan hubungan antara pengaruh penonton terhadap pengaruh motorik.
Menurut Kroll dan Lewis, dalam tilisannya yang di himpun oleh Straub (1980) Colemen Robert Griffith pada tahun 1981 telah mulai mengadakan penelitian di Universitas Illiosis dengan mengadakan serangkaian obervasi informal mengenai faktor-faktor psikologi yang terlibat dalam olhraga bola basket dan sepak bola. Pada tahun 1952 Griffith sudah mengadakan persiapan untuk mendirikan laboraturium psikologi olahraga, dan secara resmi menjadi direktur dari “The Athletic Research Laboratory” di Universitas Illinios. Griffth juga disebut sebagai bapak psikologi olahraga khususnya di Amerika Utara, yang merupakan laboraturium pertama di Amerika Utara. Laboratorium psikologo olahraga pertama di Dunia didirikan oleh Carl Diem di “Deudsche Hochschule Fur Leibesubungen” di berlin pada tahun 1920. Di rusia A.Z. Puni mendirikan Laboraturium olhraga Da “Institut of physical culcure” di Leningrad pada awal tahun 1925.
Griffith lebih banyak mencurahkan perhatian untuk meneliti keterampilan psikomotor,proses belajar, dan variable-variabel kepribadian. Pada tahun 1932 Griffith meletakkan jabatan direktur “Athletic Research Laboratory” karena suatu pembatalan bantuan finensial.
Dalam pertumbuhan psikologi olahraga (Selva III dan Weingbeng, 1984) telah diberikan oleh John D. Lawther, professor pendidikan jasmani di pennsylvamia State Universitas, dan professor pendidikan, Clarence Ragsdate di Universitas Wiskonsin, yang mendirikan laboratorium motor learning pada tahun 1930.
Sesudah perang dunia II, Werren R.Johnson pada tahun 1949 mengawali penelitian mengenai bermacam-macam elemen stress dan dampeknya terhadap penampilan atlit. Salah satu tujuannya penelitian tersebut adalah membandingkanreaksi emosional sebelum pertandingan pada pemain sepak bola dan pegulat. Johnson berkesimpul bahwa emosi kuat sebagai gejala wajar rasa takut dan resah (cemas) sebelum bertanding tidak tampak sebagai factor utama yang istimewa pada sepak bola, tetapi pada indikasi yang kuat bahwa ini merupakan sesuatu yang penting dan serius dalam gulat.
Pada tahun 1955 Franklin M. Henrry dan Celeste Ulrich mulai menganalisis pengaruh strass terhadap penampilan atlit : kemudian penelitian ini di lanjutkan olh para ahli psikologi yang lain. Howell (1953) meneliti pengaruh ketegangan emosional terhadap kecepatan reaksi dan gerak, kemudian Howell meninggalkan Universitas of Brtish Colmbia pindah ke Universitas Alberta (Canada). Howell dapat di golongkan sebagai pioner psikologi olahraga dan motor learning Canada.

SESUDAH KONGRES PSIKOLOGI OLAHRAGA 1965
Menurut Bryant J. Cratty (1973) the first International Congres of Sport Psycologi diselenggarakan di Roma pada tahun 1965 dan di prakasai oleh seorang psikiater yaitu professor Ferrucio Antonellin. Dalam kongres tersebut di sepakati pula membentuk “International Society of sports Psycology “ di singkat (ISSP). Yang didorong oleh kesadaran bahwa olahraga membutuhkan pendekatan psikologis.
Sejak tahun 1965 perkembangan psikologi olahraga semakin pesat, sesuai dengan tulisan Antonelli “Sport Needs Psychology”.
Di Amerika perkembangan psikologi olahraga juga di tunjang dengan berdirunya organisasi yang bergerk di bidang psikologi olahraga, yaitu North American Society for the Psychologi of sport and Physical Activity (NASPSPA) pada tahun 1966. Pada tahun 1968, beberapa sarjana dari Canada yang menyelesaikan studi di Amerika mendirikan The Canadian Society for Psychomotor Learning and Sport Psychology (CSPLSP), berpusat di Universitas Alberta pada tahun 1969,dengan tokh-tokoh antara lain Bob Wilberg. Alderman, dan sebagainya (Winggins, 1984), yang dikutip Setyobroto (1989).
Menurut Aldermen (1984) sejak dari permulaan psikologi olahraga di Amerika Utara tumbuh dan berkembang atas dasar pendidikan jasmani, termasuk orientasi dan falsafahnya. Model-model medis dan therapeutis lebih banyak di kembangkan di Eropa dan di Negara-negara belakang tirai besi.
Para ahli tertarik untuk meneliti independent variable yang mempengaruh penampilan atlit dan juga gejala-gejala yang timbul dalam penampilan seorang atlit setelah menerima pengaruh dari variable tertentu.
DI IDONESIA
Psikologi di Indonesia baru mulai terasa sekali kebutuhannya sekitar tahun 1961 an, yaitu menjelang mempersiapkan kontingen Indonesia ke pesta olahraga ke IV di Jakarta, dan terus berkembang sampai sekarang ini. Sebagai perbandingan, psikologi olahraga sudah mulai diperkenalkan oleh Coleman Robert Griffih’s (Psikologi dari Universitas of Illinos – USA) pada tahun 1920. Bahkan George W. Fitz (1895) telah melakukan salah satu studi pendahulu dalam dalam psikologi olahraga dengan menyeludiki Waktu Reaksi yang di miat dalam “psycholoi Review” (Setyoboro, 1989).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: